JAKARTA|MEB.COM – Masjid Istiqlal Jakarta mengambil langkah baru dalam pelaksanaan distribusi daging kurban Idul Adha 2026.
Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, Istiqlal menegaskan tidak ada lagi pembagian daging kurban secara langsung kepada individu di area masjid. Seluruh distribusi kini dialihkan melalui jalur resmi berupa yayasan, pesantren, perguruan tinggi, dan lembaga sosial yang telah terdata serta lolos proses verifikasi panitia.
Kebijakan ini menjadi sorotan publik karena dinilai sebagai upaya untuk menata distribusi kurban agar lebih tertib, menghindari penumpukan massa, serta meminimalisasi potensi kekacauan saat pembagian berlangsung. Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menegaskan perubahan skema ini bertujuan memastikan daging kurban tersalurkan secara tepat sasaran melalui lembaga yang memiliki tanggung jawab sosial jelas.
“Di Masjid Istiqlal tidak ada pembagian hewan kurban secara individu. Seluruh daging akan diserahkan kepada lembaga-lembaga yang sudah kami data, dan mereka yang akan menyalurkannya kepada masyarakat yang berhak menerima,” ujar Nasaruddin Umar di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Ketua Panitia Idul Adha Masjid Istiqlal, Mas’ud Halimin, menjelaskan proses penyembelihan hewan kurban ditargetkan selesai dalam satu hari. Distribusi daging mulai dilakukan sejak pukul 11.00 WIB dengan sistem pembagian bergelombang (shift) untuk menghindari kepadatan di area masjid. Panitia juga melakukan verifikasi proposal penerima sejak malam sebelumnya guna memastikan penyaluran berjalan tertib dan transparan.
Tidak hanya di wilayah Jabodetabek, distribusi daging kurban Istiqlal tahun ini juga menjangkau berbagai daerah melalui jaringan pesantren, yayasan pendidikan, hingga lembaga sosial yang telah mengajukan permohonan resmi. Sebanyak 50 tenaga pemotong dikerahkan untuk mempercepat proses penyembelihan dan pengemasan daging agar distribusi dapat dilakukan lebih efisien.
Pada Idul Adha 2026 ini, Masjid Istiqlal menyembelih total 78 hewan kurban yang terdiri dari 65 ekor sapi dan 13 ekor kambing. Sejumlah hewan kurban berasal dari tokoh nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dari seluruh proses tersebut, panitia memperkirakan sekitar 10 ton daging kurban akan disalurkan kepada masyarakat melalui lembaga penerima yang telah terverifikasi.***


